Sosialisasikan Pilkada DI Lapas

 Informasi, Terkini

Ketua KPU Tulungagung Suprihno saat dikonfirmasi awak media seusai memberikan sosialisasi di lapas klas IIb Tulungagung

 

F-Naik : Puluhan warga binaan di lapas klas IIb Tulungagung saat meneriakkan yel-yel pilkada 2018 di Aula Lapas kemarin (yoppy/memo).

Sosialisasikan Pilkada DI Lapas

Napi : Kami masih boleh mencoblos ya

Ingandaya – Lima hari jelang pencoblosan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung semakin gencar melakukan sosialisasi. Terbaru, penyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada) tersebut melakukan sosialisasi di lembaga pemasyarakatan (lapas) klas IIb Tulungagung pada Jum’at (22/6) pagi. Menariknya, dalam sosialisasi tersebut salah satu narapidana (napi) berceletuk “oh, kami masih boleh mencoblos ya”.

Menanggapi lontaran kalimat tersebut ketua KPU Tulungagung Suprihno mengatakan, setiap warga negara yang tercatat dalam kependudukan dan terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) memiliki hak untuk memilih. Bahkan bagi napi atau seseorang yang tersangkut kasus hukum. Kecuali jika hak pilihnya memang dicabut oleh Undang-Undang.

“Yang penting masuk DPT atau memiliki E-KTP atau Surat Keterangan (Suket) mereka masih memiliki hak pilih,” terangnya.

Suprihno melanjutkan, di lapas klas IIb sendiri jumlah DPT sebanyak 284 pemilih. Namun hingga saat ini, jumlah penghuni lapas mencapai 400 orang. Jumlah tersebut belum ditambah tahanan yang berada di kejaksaan maupun di Polres dan Polsek. Artinya, potensi pemilih diluar napi yang masuk DPT cukup tinggi.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak Lapas dan Polres terkait hal ini, dalam waktu dekat kami akan melakukan pendataan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Suprihno meminta kepada seluruh napi untuk menggunakan hak pilihnya pada Rabu (27/6) mendatang. Sedangkan bagi napi dan tahanan baru yang belum masuk DPT pihaknya akan segera melakukan pendataan melalui PPS mobiling. Intinya, semua akan diupayakan bisa menyalurkan hak pilihnya.

Sementara itu Kepala Lapas klas IIb Tulungagung Erry Taruna mengapresiasi warga binaan yang antusias dengan kegiatan sosialisasi tersebut. Hal tersebut diketahui dari keseriusan mereka dalam memperhatikan setiap paparan pemateri. Bahkan, pada sesi tanya jawab banyak yang memanfaatkannya untuk bertanya.

“Cukup banyak tadi yang bertanya seputar persyaratan dan teknis pencoblosan,” katanya.

Erry menegaskan, pada Rabu (27/6) mendatang pihaknya akan mendorong warga binaan untuk menggunakan hak pilihnya. Jangan sampai dengan berada di dalam lapas dijadikan alasan untuk tidak memilih atau golput.

“Tadi saya sudah minta kepada Ketua KPU, agar warga binaan yang belum masuk DPT bisa ikut mencoblos,” tukasnya.

Terpisah, salah satu warga binaan Barkah mengatakan pernah didata oleh KPU. Menurut pengakuannya, dirinya telah masuk DPT di dalam lapas.

“Saya masuk sekitar 8 bulan yang lalu, sudah masuk DPT disini,” katanya.

Napi kasus peredaran sabu-sabu tersebut melanjutkan, meski berada didalam lapas namun dirinya akan menggunakan hak pilihnya. Menurutnya, dirinya sudah memiliki jagoan yang akan dicoblos baik pilbup maupun pilgub.

“Mencoblos lah mas, kan sudah punya jagoannya,” candanya. (dju).

 

 

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply