Silaturahmi Dirumah Mantan Bos Berujung Bu

 Informasi, Terkini

Petugas saat menunjukkan pintu pagar yang dipanjat tersangka

Silaturahmi Dirumah Mantan Bos Berujung Bui

Ingandaya – WN (19) warga Desa Betak Kecamatan Kalidawir bakal merasakan pengabnya jeruji besi. Pasalnya, pemuda yang kesehariannya bekerja di pabrik pupuk di Gresik tersebut kedapatan mencuri sejumlah uang di rumah mantan bos nya Titin Sulistiyani (43) warga Desa Ngentrong Kecamatan Campurdarat pada Sabtu (16/6) sekitar pukul . Akibatnya, korban mengalami kerugian sebesar Rp 2.625.000.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda Scoopy W 4899 AX, uang tunai sebesar Rp 2.625.000, sepasang sandal jepit, sebuah pisau dapur, dan sebuah sendok.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di mapolsek,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubaghumas Iptu Sumaji.

Dijelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula saat korban bersama suaminya Joko Mulyono (44) yang juga sebagai anggota Polri tersebut pulang ke rumah seusai silaturahmi lebaran. Seusai membuka pintu pagar, korban curiga karena melihat pintu jendela kamarnya terbuka. Padahal, sebelum keluar rumah korban menutup jendela tersebut.

“Saat dicek, ternyata korban melihat seseorang berada di dalam kamar tersebut,” katanya.

 Mengetahui gelagat yang mencurigakan tersebut lanjut Sumaji, Joko Mulyono langsung menutup jendela kamar tersebut dari luar. Hal ini dimaksudkan agar orang asing tersebut tidak bisa keluar dari kamar karena saat itu pintu kamar juga terkunci.

“Panik karena jendela di tutup dari luar akhirnya tersangka memecahkan jendela tersebut,” katanya.

Sumaji melanjutkan, saat tersangka keluar dari jendela tersebut korban spontan tambah kaget karena ternyata orang asing tersebut adalah mantan karyawannya yang telah keluar di awal 2017 silam. Saat diminta keterangannya, tersangka mengaku telah mencuri sejumlah uang yang berada di almari kamar tersebut.

“Setelah itu, korban menghubungi Polsek Campurdarat,” jelasnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat mencuri uang tersebut karena melihat ada kesempatan. Saat itu, tersangka silaturahmi ke temannya di Desa Ngentrong dengan mengendarai sepeda motor merk Honda Scoopy W 4899 AX. Sepulang dari rumah temanya, tersangka mampir ke rumah mantan bos nya. Namun rumah dalam keadaan kosong. Merasa tersangka mengetahui kondisi di dalam rumah akhirnya muncul niat untuk melakukan pencurian.

“Jadi tersangka masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat pintu pagar setinggi sekitar 2,5 meter,” jelasnya.

Setelah berhasil masuk, kemudian tersangka menuju ruang dapur dan mengambil sebuah pisau dapur dan sebuah sendok. Dua alat tersebut digunakan untuk mencongkel jendela kamar korban. Setelah berhasil masuk akhirnya tersangka leluasa mengobrak-abrik isi dalam kamar untuk mencari barang berharga milik korban.

“Tersangka hanya berhasil menemukan uang sebesar Rp 2.625.000 kemudian dimasukkan saku celananya,” imbuhnya.

Sumaji menambahkan, kini petugas masih melakukan penyidikan kasus tersebut. Petugas juga tengah melengkapi berkas-berkas perkara tersangka untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (dju).

 

 

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply