Sidak Parsel, Tim Gabungan Temukan Pengelolaan Freezer Tak Standar

 Informasi, Terkini

Tim gabungan dari Unit Pidsus Polres dan Dinkes Tulungagung saat mengecek parsel di salah satu swalayan

Sidak Parsel, Tim Gabungan Temukan Pengelolaan Freezer Tak Standar

Ingandaya — Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan anggota Pidana Khusus (Pidsus) Polres Tulungagung melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa toko modern di Kota Marmer pada Selasa (5/6) siang. Sidak tersebut untuk mengecek kelayakan bahan pangan terutama parcel. Namun, petugas malah menemukan pengelolaan makanan dingin yang kurang maksimal.

“Parselnya aman, namun pengelolaan makanan dingin di almari pendingin (freezer) baik di Golden Swalayan maupun Belga Mart kurang maksimal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Mohammad Mastur melalui Kasi perbekalan dan kefarmasian Masduki.

Masduki mengatakan sesuai dengan aturan yang berlaku, untuk makanan yang penyimpanannya di dalam freezer membutuhkan perhatian khusus. Karena harus dijaga dalam kondisi suhu paling dingin minus 18 derajat celcius. Tetapi dari hasil sidak tersebut ternyata ada mesin pendingin yang diseting hanya minum 15 atau 16 derajat celcius.

“Jika suhunya kurang maka komposisi gizi dalam makanan tersebut akan berkurang, bahkan bisa rusak,” jelasnya.

Masduki melanjutkan, namun demikian pihaknya belum memberikan sanksi atas hal ini. Menurutnya, setelah diberikan wawasan pengelola langsung mensetting nya sesuai anjuran petugas.

“Sifatnya masih pemberitahuan saja,” terangnya.

Sedangkan terkait hasil sidak parsel, Masduki mengapresiasi pengelola swalayan. Menurutnya dari beberapa swalayan yang telah di sidak semuanya telah mentaati aturan. Mayoritas telah memenuhi sarat label yang mencakup 7 aspek.

Yang meliputi nama pangan olahan, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat produsen atau distributor, dafar bahan yang digunakan atau komposisi, nomor pendaftaran pangan, keterangan kadaluwarsa, dan kode produksi.

“Informasi tersebut juga ditunjukkan, sehingga terlihat dari depan tanpa harus membongkar parcel,” imbuhnya.

Masduki menambakan, pihaknya akan melakukan sidak secara berkelanjutan hingga lebaran mendatang. Tujuannya untuk meminimalkan potensi adanya peredaran baham pangan tidak sehat di maayarakat Tulungagung.

Sementara itu Kanit Pidsus Ipda Luis Beltrand mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan parsel yang bermasalah seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya hal ini perlu diapresiasi karena pembuat parsel maupun pengelola swalayan tidak sekedar mencari keuntungan.

“Kami belum menemukan parsel yang mendekati kadaluwarsa, kadaluwarsa, maupun kemasan yang rusak dan sebagainya,” tukasnya. (Dju).

 

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply