Setelah Buber, Sekeluarga Dilarikan ke RS

 Informasi, Terkini

Salah satu korban diduga keracunan masih mendapatkan perawatan di ruang mawar 3 RS Bhayangkara

Setelah Buber, Sekeluarga Dilarikan ke RS

* Diduga keracunan makanan saat buka bersama

Ingandaya – Sebanyak 6 anak baru gede (ABG) asal Desa Ngranti Kecamatan Boyolangu dan 1 ABG dari Kelurahan Kenayan Kecamatan Tulungagung terpaksa dilarikan ke rumah sakit (rs) Bhayangkara pada Selasa (29/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Pasalnya, ABG yang masih satu keluarga tersebut diduga keracunan seusai menyantap makanan buka bersama di salah satu tempat makan di Jalan Soekarno-Hatta masuk Kelurahan Kutoanyar.

Kini ketujuh ABG tersebut masih mendapatkan perawatan di ruang mawar 3 RS Bhayangkara.

Ketujuh ABG tersebut yakni, Aldi Prayoga (15), Syahrul Fajar Laksono (15), Ema Kalima Kismi Putri (18), Selvia Ayuningtyas (15), Mewa Lafika Noti (16), Nancy Jawinoti (11) warga Desa Ngranti Kecamatan Boyolangu dan Rananda Recha Dea jhosya (15) warga Keluarahan Kenayan Kecamatan Tulungagung.

Aldi Prayoga salah satu korban mengatakan, saat itu dirinya bersama enam saudaranya memang ada acara buka bersama. Sesuai kesepakatan maka lokasi dipilih di salah satu warung yang berada di Jalan Sokarno-Hata masuk Kelurahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung.

“Kami bertujuh datang ke lokasi membawa empat sepeda motor sekitar pukul 17.00 WIB lebih,” katanya.

Kemudian salah satu saudaranya yakni Mewa Lafika Noti yang memesan makanan untuk berbuka yakni berupa ayam bakar, nasi dan es teh. Menurutnya, saat itu di warung tersebut sedang ada promo.

“Beli 7 porsi mendapatkan 10 porsi, selain itu ada lagi yang pesan minuman lain tapi di tempat berbeda,” ujarnya.

Saat adzan berkumandang lanjut Aldi, semua langsung menyantap makanan tersebut. Ketika itu semua tidak menaruh kecurigaan dan tampak waja. Karena masih ada sisa makanan, maka kami pun membawa makanan tersebut untuk dibawa pulang.

“Sekitar pukul 18.30 WIB kita pulang ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Aldi melanjutkan, sekitar pukul 20.00 WIB tiba-tiba dirinya muntah-muntah. Tak hanya itu, perutnya pun tiba-tiba sakit dengan disertai kepala pusing. Awalnya, pihak keluarga mengira jika dirinya masuk anginn. Ternyata hal serupa juga dialami oleh enam saudaranya yang lain saat orang tua mereka saling menanyakan kondisi anak-anaknya.

“Kawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya semua dilarikan ke rs,” terangnya.

Aldi menambahkan, setibanya di rs dirinya sempat beberapa kali buang air besar. Namun kini kondisinya sudah semakin membaik. Perutnya sudah tidak sakit, pusing di kepala dan muntah-muntah juga sudah berkurang.

Sementara itu dokter jaga Instalasai Gawat Darurat (IGD) rs Bhayangkara Tulungagung dr Dwi Ahmad Affandi mengatakan, ketika pasien masuk ketujuh anak tersebut langsung ditangani sesuai prosedur penanganan. Bahkan ketujuh anak tersebut sempat buang air besar dan muntah-muntah.

“Kalau dilihat dari gejala dan kronologi yang disampaikan pasien kemungkinan besar mereka keracunan,” katanya.

Namun untuk memastikan penyebabnya dokter yang akrab dipanggil Affandi tersebut masih akan menunggu hasil laboratorium. Menurutnya sampel muntahan dan faces korban telah diambil.

“Kemarin sudah diambil, tetapi hasilnya belum keluar,” terangnya.

Affandi menambahkan, kini kondisi ketujuh pasien tersebut sudah berangsur-angsur membaik. Namun demikian pihaknya belum bisa memastikan diperbolehkan pulang karena masih dalam observasi.

“Pengakuannya sudah tidak sakit perut, tidak pusing dan tidak mual,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Mohammad Mastur melalui Kasi Pencegahan dan Imunisasi Satriyo mengatakan, saat ini pihaknya baru melakukan pendataan terhadap korban. Pihaknya juga meminta keterangan secara detail kepada masing-masing anak terkait makanan apa saja yang dimakan.

Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya akan meminta keterangan kepada penjual makanan yang telah diketahui lokasinya.

“Kami juga akan koordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut,” pungkasnya.

Di tempat lain, Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kapolsek Tulungagung Kota Kompol Mukalam mengaku telah memanggil pengelola warung makan tersebut pada Rabu (30/5) siang. Menurutnya, pemanggilan tersebut untuk meminta keterangan terkait kejadian tersebut.

“Kita minta keteranganyya, mulai pembelian bahan, cara pengolahn, cara penyajian dan sebagainya,” ujarnya.

Selama pemeriksaan lanjut Mukalam, mereka kooperatif dan tidak berbelit-belit.

Disinggung proses hukum selanjutnya, Mukalam masih akan menunggu hasil laboratorium. Jika memang keracunan tersebut disebabkan karena makanan dari warung tersebut otomatis petugas akan melakukan tindakan.

“Ditunggu saja hasilnya, mungkin 7 sampai 10 hari kedepan sudah keluar,” tukasnya.  (dju).

Author: 

Related Posts

Leave a Reply