Sepekan Jelang Pemungutan Suara

 Informasi, Pendidikan, Terkini

Puluhan warga binaan klas IIb saat mengikuti kegiatan siraman rohani di Masjid Al Muhajirin

 

Sepekan Jelang Pemungutan Suara

* Ratusan narapidana klas IIb Tulungagung akan gunakan hak pilih

Ingandaya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung memastikan narapidana (napi) yang menghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) klas IIb Tulungagung bisa menggunakan hak pilihnya pada pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati (pilbup) pekan depan. Berdasarkan data dari KPU Tulungagung, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di lapas klas IIb tersebut sebanyak 284 pemilih.

“DPT di lapas klas IIb Tulungagung sebanyak 284 pemilih,” kata ketua KPU Tulungagung Suprihno kepada Koran Memo pada Kamis (21/6) pagi.

Suprihno mengatakan, pasca penetapan DPT pada 18 April silam pihaknya mencatat ada 284 napi yang memenuhi syarat. Artinya, mereka masih bisa menggunakan hak pilihnya untuk memilih gubernur dan bupati pada 27 Juni mendatang.

“Sama halnya dengan pemilih yang berada di luar lapas, mereka juga memiliki hak yang sama,” katanya.

Suprihno melanjutkan, saat hari pemungutan suara pihaknya akan menyiapkan satu tempat pemungutan suara (TPS). TPS tersebut nantinya juga akan dijaga tujuh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang terdiri dari petugas lapas.

“Jadi TPS di dalam lapas tersebut ikut PPS Desa Rejoagung dan PPK Kecamatan Kedungwaru,” jelasnya.

Masih menurut Suprihno, bagi napi yang baru masuk ke lapas setelah penetapan DPT atau setelah 18 April, masih tetap bisa menggunakan hak pilihnya namun dengan syarat. Mereka harus membawa surat A5 yang dikeluarkan oleh PPS asal napi atau KPU kabupaten.

Begitu juga sebaliknya, bagi napi yang telah bebas sebelum hari pencoblosan juga masih bisa menggunakan hak pilihnya di alamat asal namun harus membawa surat A5 yang dikeluarkan oleh PPS Desa Rejoagung atau KPU Tulungagung.

“Paling lambat 3 hari sebelum hari H harus sudah mendapat surat model A5,” terangnya.

Suprihno menambahkan, pihaknya berharap saat hari pencoblosan nanti para napi bersedia menggunakan hak pilihnya. Karena, meski berstatus napi namun suara mereka tetap menentukan Tulungagung dan Jawa Timur lima tahun mendatang.

Sementara itu Kepala Lapas Klas IIb Tulungagung Erry Taruna melalui Kasi Binadik dan Giatja Dedi Nugroho mengaku ada beberapa napi yang telah bebas sebelum hari pencoblosan. Namun untuk jumlahnya, dirinya belum mengetahui secara pasti.

“Ada kok napi yang sudah bebas, datanya ada di kantor,” katanya.

Dedi melanjutkan, pihaknya meyakini antusias napi untuk memilih cukup tinggi. Hal tersebut diketahui saat dirinya bertatap muka secara langsung kepada masing-masing penghuni lapas.

“Saya yakin tingkat partisipasi pemilih di dalam lapas nanti sebesar 100 persen,” tukasnya. (dju).

Author: 

Related Posts

Leave a Reply