Ratusan Warga Binaan Dapat Remisi

 Informasi, Pendidikan, Terkini

Kasi Binadik dan Giatja lapas klas IIb Tulungagung Dedi Nugroho saat dikonfirmasi awak media

Ratusan Warga Binaan Dapat Remisi

* 3 napiter dan 15 napi kasus korupsi tak dapat remisi

ingandaya

Sebanyak 109 warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) klas IIB di Kota Marmer mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan pada hari raya Idul Fitri 1439 H. Remisi tersebut diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat. Namun, bagi narapidana terorisme (napiter) dan narapidana kasus korupsi tahun ini tidak ada yang mendapatkan remisi.

“3 napiter dan 5 napi kasus korupsi tidak mendapat remisi,” tegas Kepala Lapas kelas IIB Tulungagung Eri Taruna melalui Kasi Binadik dan Giatja Dedi Nugroho.

Dedi sapaan akrab Dedi Nugroho mengatakan, setidaknya ada satu syarat yang harus dipenuhi oleh napiter untuk bisa diusulkan mendapatkan remisi. Menurutnya, napiter harus mengikuti program deradikalisasi. Jika belum mengikuti program tersebut maka dipastikan mereka tidak akan bisa masuk dalam daftar usulan penerima remisi.

“Ketiga napiter tidak diusulkan untuk mendapatkan remisi karena mereka belum ikut program deredikalisasi,” terangnya.

Sedangkan untuk 15 napi kasus tindak pidana korupsi lanjut Dedi, juga tidak masuk dalam daftar usulan penerima remisi. Karena mereka belum menyelesaikan syarat pengembalian uang hasil korupsinya kepada negara sesuai vonis peradilan.

Untuk narapidana kasus narkoba masih menurut Dedi, dari 40 narapidana kasus narkoba baru 4 napi yang masuk dalam usulan daftar penerima remisi. Menurutnya, bagi narapidana kasus narkotika dengan vonis lebih dari 5 tahun untuk bisa masuk dalam daftar usulan penerima remisi, mereka harus bersedia menjadi Justice Colaborator.

“Jadi untuk mendapatkan usulan remisi mereka harus membantu penegak hukum untuk membongkar kasus serupa,” katanya.

Dedi melanjutkan, di lapas klas IIb sendiri terdapat 354 narapidana. Dari jumlah tersebut sebanyak 182 orang narapidana telah diusulkan untuk mendapatkan remisi khusus hari raya Idul Fitri. Namun saat ini masih 109 orang yang sudah disetujui.

“Sisanya menyusul karena masih ada beberapa kekurangan berkas yang harus dilengkapi,” terangnya.

Dedi menjelaskan, adapun usulan remisi tersebut bermacam-macam pemotongan masa tahanannya. Ada yang 15 Hari, 30 hari, 45 hari hingga 60 hari. Bahkan ada salah satu diantara narapidana tersebut diprediksikan bisa menghirup udara bebas pada saat menerima remisi idul fitri tahun ini.

“Ada satu narapidana kasus pencurian yang nantinya akan bebas,” jelasnya. (dju).

Author: 

Related Posts

Leave a Reply