Pantau Arus Balik Di Tulungagung

 Informasi, Terkini

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat dikonfirmasi awak media di halaman Mapolres Tulungagung

 

Pantau Arus Balik Di Tulungagung

* Kapolda apresiasi penanganan kepadatan lalu lintas

Ingandaya – Selain dikenal dengan puluhan keranya, jembatan Ngujang juga identik dengan kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi. Predikat tersebut terus melekat seiring dengan bertambahnya volume kendaraan setiap tahun yang tidak diimbangi dengan pembangunan jalan. Akibatnya, penumpukan kendaraan baik dari arah Kediri, Blitar dan Tulungagung merupakan pemandangan yang biasa dijumpai saat hari raya Idul Fitri.

Namun pada lebaran tahun 2018 ini sedikit berbeda. Kendaraan yang hendak melintas di jembatan Ngujang atau simpang tiga Ngantru tersebut tidak perlu menunggu hingga ber jam-jam. Pasalnya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung memberlakukan rekayasa lalu lintas dan contra flow  untuk mengurai kepadatan kendaraan setiap  10 hingga 15 menit. Upaya inilah yang mendapatkan apresiasi dari Kapolda Jawa Timur (Jatim) saat memantau arus balik di sejumlah kota/kabupaten di Jatim termasuk Tulungagung.

“Kami mengapresiasi penanganan kemacetan dan kepadatan lalulintas di Jatim khususnya di Tulungagung,” tegas Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat dikonfirmasi Koran Memo pada Rabu (20/6) siang kemarin.

Machfud sapaan akrab Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, penanganan kemacetan dan kepadatan lalu lintas dibeberapa kota/kabupaten di Jatim lebaran tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut tidak terlepas dengan dibukanya beberapa jalan alternatif untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Terlebih, tol fungsional yang biasanya dibuka hanya sampai sore, kini dibuka sampai malam.

“Hasilnya kendaraan tetap bisa bergerak meski melambat,” katanya.

Machfud melanjutkan, untuk wilayah hukum Tulungagung kepadatan lalulintas dan kemacetan memang tidak separah di daerah lain seperti di Kediri, Jombang, Kertosono, dan Mantingan. Namun dengan diberlakukannya rekayasa lalu lintas dan contra flow di simpang tiga Ngantru atau jembatan Ngujang cukup berhasil untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

“Konsekwensinya petugas harus tetap standby di lokasi untuk mengamati situasi,” terangnya.

Machfud mengharapkan, hingga akhir 2018 pembangunan jalan di Jatim bisa selesai dan berfungsi. Sehingga beban di titik lokasi kemacetan bisa berkurang.

“Saya merasakan sendiri, tahun ini sudah agak lancar daripada tahun sebelumnya,” ujarnya.

Disinggung kapan puncak arus balik, orang nomor satu di Polda Jatim tersebut memprediksi hari ini (kemarin-red) merupakan puncak arus balik. Karena besok (hari ini-red) Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun karyawan swasta sudah mulai masuk bekerja.

“Senin depan saya kira arus lalu lintas sudah kembali normal,” tukasnya. (dju).

Author: 

Related Posts

Leave a Reply