Pantai Kedung Tumpang Memakan Korban

 Budaya, Informasi, Terkini

Suasana Pantai Kedungtumpang di Desa/Kecamatan Pucanglaban

 

Pantai Kedung Tumpang Memakan Korban

* 2 Orang hilang terseret ombak

Ingandaya – Pantai Kedungtumpang yang terletak di Desa/Kecamatan Pucanglaban kembali memakan korban pada Selasa (19/6/2018) siang. Tak tanggung-tanggung, pantai yang dikenal memiliki laguna dengan warna air yang bening dan jernih tersebut menyeret ayah dan anak lelakinya. Hingga berita ini ditulis, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, kepolisian, koramil, Posmat AL Popoh, pokdarwis, dan warga masih melakukan pencarian.

“Kedua korban yang hingga kini masih dalam pencarian yaitu Solikin (40) dan Gilang (9),” kata Komandan Tim Basarnas Yoni Fariza.

Yoni sapaan akrab Yoni Fariza mengatakan, kejadian bermula ketika kedua korban beserta istrinya Karlina Pujiningsih (29) sedang berwisata ke Pantai Kedungtumpang. Kemudian ketiganya menuju ke bawah agar bisa lebih dekat dengan bibir pantai.

“Layaknya pengunjung yang lain mereka akan mengabadikan momen tersebut,” katanya.

Saat Solikin dan Gilang mendekati bibir pantai untuk berfoto lanjut Yoni, tiba-tiba ombak besar datang dan menyambarnya hinga mengakibatkan keduanya terseret ke tengah. Beruntung Karlina Pujiningsih tidak ikut terseret arus dan berhasil menyelamatkan diri.

Yoni melanjutkan, proses pencarian tersebut dimulai pada Rabu (20/6) pukul 07.00 WIB yang melibatkan BPBD Tulungagung, Basarnas Trenggalek, kepolisian, koramil, pokdarwis, Posmat AL Popoh, dan warga setempat. Namun hingga pukul 16.00 WIB mereka belum mendapatkan hasil.

“Kita melakukan penyisiran masih di sekitar lokasi dan titik-titik yang kita curigai,” katanya.

Yoni menjelaskan, pencarian dibagi menjadi dua regu. Regu pertama menyisir ke arah timur sejauh 3 kilometer. Sedangkan regu kedua menyisir ke arah barat juga sejauh 3 kilometer.

“Kami juga menghimbau kepada nelayan, apabila menemukan korban untuk menginformasikan ke kami,” terangnya.

Yoni megungkapkan, pencarian korban pada hari ini (kemarin-red) kurang maksimal. Pasalnya, cuaca di lokasi kurang bersahabat. Selain hujan, angin juga bertiup sangat kencang. Bahkan gelombang tinggi mencapai tiga meter.

“Jika dipaksakan akan sangat membahayakan,” ujarnya.

Yoni menambahkan, jika hingga pukul 17.00 WIB korban belum juga ditemukan maka pencarian akan dihentikan. Kemudian pencarian akan dilanjutkan esok hingga 7 hari kedepan.

Disinggung lokasi pencarian dimana, Yoni mengaku masih enggan mengungkapkannya. Karena sebelum pencarian akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu oleh tim.

“Semoga besok kedua korban berhasil ditemukan, minta doanya ya,” pungkasnya. (dju)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply