Nyambi Ngecer Pil Koplo, Penjual ES Cincau Di Bui

 Informasi, Terkini

Kedua tersangka seusai menjalani pemeriksaan di ruang Satreskoba

Nyambi Ngecer Pil Koplo, Penjual ES Cincau Di Bui

Ingandaya – Niat hati ingin menambah penghasilan, Dwiyono alias Bogang (35) warga Desa Aryojeding Kecamatan Rejotangan malah harus berurusan dengan polisi pada Kamis (14/6). Pasalnya, bapak satu anak yang kesehariannya sebagai penjual es cincau tersebut diduga mengedarkan obat terlarang jenis pil koplo.

Dua jam sebelumnya, petugas berhasil menangkap Bagus Priyono Hutomo alias Ngantuk (23) warga Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu yang masih satu jaringan.

Dari tangan kedua tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 252 butir pil koplo, uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 205 ribu, sebuah handphone (hp) A5 warna hitam, sebuah hp merk Asus warna hitam, dan satu pak plastik klip.

“Kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubaghumas Iptu Sumaji.

Sumaji mengatakan, pengungkapan kasus peredaran pil koplo tersebut diawali dengan tertangkapnya Bagus Priyono Hutomo alias Ngantuk di rumahnya pada Kamis (14/6) sekitar pukul 21.30 WIB. Informasi tentang keterlibatan Bagus Priyono Hutomo alias Ngantuk tersebut berdasarkan informasi masyarakat. Saat dilakukan penangkapan ternyata petugas menemukan 72 butir pil koplo di dalam rumahnya.

“Bagus kita interograsi, katanya barang haram tersebut didapatkan dari Dwiyono alias Bogang,” jelasnya.

Setelah keberadaan target diketahui lanjut Sumaji, malam itu juga petugas langsung mendatangi rumah kos Dwiyono alias Bogang. Awalnya tersangka mengelak, namun saat petugas menggeledah rumah kosnya  dan menemukan 172 butir pil koplo akhirnya tersangka mengakuinya.

“Untuk kepentingan penyidikan keduanya digelandang ke Mapolres,” terangnya.

Kepada petugas, Bagus mengaku baru satu bulan menjalankan bisnis haram tersebut. Adapun barang didapatkan dari Dwiyono seharga Rp 200 ribu tiap 90 butir. Kemudian barang tersebut dijual lagi seharga Rp 200 ribu namun hanya 80 butir. Sisanya dikonsumsi sendiri atau dijual eceran seharga RP. 20 ribu/butir.

“Selama ini Bagus mengaku sudah tiga kali membeli dari Dwiyono,” ujarnya

Sedangkan Dwiyono mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang diketahuinya berinisial K warga Kabupaten Kediri yang dikenalnya saat sama-sama mengamen.

“Cara transaksinya mereka hanya melayani pembeli yang dikenalnya,” katanya.

Berdasarkan catatan Kepolisian, Dwiyono pernah berurusan dengan polisi dengan kasus serupa pada 2009 silam. Ketika itu Dwiyono divonis 14 bulan. Adapun alasan menjadi pengedar pil koplo tersebut untuk menambah penghasilan sehari-hari.

Sumaji menambahkan kini pihaknya masih melakukan peyidikan kasus tersebut. Petugas juga tengah mengorek setiap keterangan dari kedua tersangka guna mengungkap pengedar pil koplo diatasnya.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) UURI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10mtahun penjara,” tukasnya. (dju).

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply