Aduh,.. Ada Lagi Overdosis

 Informasi, Terkini

Anggota Polres Tulungagung saat mengecek kondisi salah satu korban overdosis di ruang redzone IGD RSUD dr Iskak

Aduh,.. Ada Lagi Overdosis

Ingandaya – Telah banyak korban yang berjatuhan karena menenggak oplosan. Namun hal tersebut tidak menjadikan pelajaran agar hal sama tidak terulang kembali. Malah hal tersebut dilakukan oleh tujuh orang warga Lingkungan 10 Desa/Kecamatan Ngunut pada Selasa (29/5) malam di Taman Bonsai setempat.

Akibatnya, satu-persatu korban berjatuhan dan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak. Bahkan 2 orang dinyatakan sekarat dan satu orang kritis.

Ke tujuh orang tersebut diantaranya, FW (26), SB (35), EK (25), AP (32), SP (34), dan AT (34). Sedangkan Bb (36) masih berada di rumah atau belum dibawa ke RSUD dr Iskak.

FW salah satu korban mengatakan, pesta miras tersebut dimulai pada Selasa (29/5) malam hingga Rabu (30/5) malam. Saat itu dirinya bersama keenam temannya berkumpul di Taman Bonsai di Desa/Kecamatan Ngunut. Kemudian secara bergantian, ketujuh orang tersebut menenggak arak yang telah dicampur dengan sprite.

“Ada tujuh bekas botol air mineral yang empat diantaranya diisi arak dan tiga botol diisi sprite,” katanya.

Namun FW mengaku saat itu dirinya hanya minum sebanyak tiga putaran atau tiga gelas. Tetapi tiga temannya yang lain yakni AT, AP, dan SP terus meminumnya.

“Selepas itu saya langsung pulang,” katanya.

FW juga mengaku dirinya tidak mengetahui arak dan sprite tersebut dibeli oleh siapa dan dibeli dimana. Menurutnya, ketika dia datang di Taman Bonsai, tujuh botol tersebut sudah ada di lokasi.

Pasca pesta oplosan tersebut FW mengaku tidak merasakan apa-apa. Menurutnya, dirinya dibawa ke RS karena saran pamannya yang mengetahui jika ketiga temannya yakni AT, AP, dan SP terlebih dahulu dibawa ke RS karena sekarat.

“Saya merasa sehat-sehat saja, mungkin karena hanya minum sedikit,” ujarnya.

Senada dengan itu, SB dan EK juga mengaku jika dirinya dalam kondisi sehat. Meski meminum beberapa gelas namun keduanya ikut pesta miras hanya sekitar 3,5 jam. Sekitar pukul 02.30 WIB keduanya meninggalkan kelima temannya.

“Karena besoknya saya harus bekerja jadi pulang dulu,” terang EK.

Keduanya mengaku dibawa ke RS karena dorongan keluarganya. Saat itu ibu RT setempat, menginformasikan agar yang ikut pesta miras agar dibawa ke RS untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya sehat kok, hanya mengantuk,” ujar SB.

Disinggung siapa yang mengawali pesta oplosan tersebut keduanya masih belum mengakuinya. Menurutnya, saat itu dirinya bertemu dengan Abas dan langsung bergabung dengan teman-temannya.

“Disitu teman-teman sudah berkumpul dan minuman sudah tersedia,” terangnya.

Sementara itu dokter jaga IGD RSUD dr Iskak dr Corona Rintawan mengatakan, saat ini keenam pasien telah ditangani sesuai prosedur. Namun dari enam pasien tersebut tiga diantaranya harus mendapatkan perawatan intensif.

“AP dan SP dirawat di redzone, sedangkan Agung Triwantoro harus cuci darah,” jelasnya.

Terpisah Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar saat meninjau kondisi korban mengatakan, pihaknya sangat prihatin atas kejadian ini. Padahal kepolisian baru saja mengelar operasi penyakit masyarakat salah satunya peredaran miras.

Atas kejadian ini pihaknya berjanji akan mengungkap tuntas kasus tersebut. Dari Unitreskrim Polsek Ngunut dengan di back up dari Satreskrim Polres Tulungagung kini telah melakukan penyelidikan. Pihaknya juga telah meminta keterangan dari beberapa korban yang masih dalam kondisi baik.

Dalam waktu dekat pihaknya akan memfokuskan siapa yang  pertama mengajak pesta oplosan serta oplosan tersebut dibeli dari mana.

“Anggota sudah bergerak, dirunggu saja perkembangannya,” pungkasnya. (dju).

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply