2 Korban Tenggelam DI Pantai Kedungtumpang Ditemukan

 Informasi, Terkini

Petugas dari Basarnas saat mengevakuasi korban yang terdampar di Pantai Genjor

F-Ketemu : Petugas dari RSUD dr Iskak dan anggota Identifikasi Polres Tulungagung saat mengevakuasi jenazah Erlangga Gilang Yoga Mahendra alias Gilang di Pantai Gemah Desa Keboireng Kecamatan Besuki kemarin.

2 Korban Tenggelam DI Pantai Kedungtumpang Ditemukan

* Anak terdampar di Pantai Gemah, bapak di Pantai Genjor

Ingandaya – Erlangga Gilang Yoga Mahendra alias Gilang (9) dan Solikin (40), dua korban yang hilang karena terseret ombak di pantai Kedungtumpang Desa/Kecamatan Pucanglaban empat hari yang lalu akhirnya ditemukan pada Jum’at (22/6). Korban yang berstatus bapak dan anak tersebut ditemukan didua lokasi berbeda dan dalam keadaan meninggal dunia.

Gilang ditemukan terdampar di Pantai Gemah masuk Desa Keboireng Kecamatan Besuki pada pukul 04.00 WIB oleh pengunjung pantai. Sedangkan Solikin ditemukan mengambang dipinggir pantai Genjor masuk Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupetan Trenggalek pada pukul 10.00 WIB.

“Gilang sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Iskak, sedangkan Solikin masih dalam proses evakuasi,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubaghumas Iptu Sumaji kepada Koran Memo.

Sumaji mengatakan, Gilang pertama kali ditemukan pada pukul 04.00 WIB oleh pengunjung Pantai Gemah. Saat itu korban berada di pinggir pantai dalam posisi tengkurap, mengeluarkan bau tidak sedap, kulit mengelupas, dan hanya memakai celana pendek. Mengetahui itu, pengunjung pantai melaporkannya ke warga setempat kemudian diteruskan ke Polsek Besuki.

“Setelah petugas melakukan olah TKP kemudian korban dibawa ke RSUD dr Iskak,” katanya.

Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB lanjut Sumaji, pihaknya kembali mendapat informasi jika di Pantai Genjor juga ditemukan mayat laki-laki dalam keadaan terlentang dengan kondisi fisik persis dengan mayat di Pantai Gemah. Namun saat ini jenazah masih dalam proses evakuasi.

“Dugaan awal kedua mayat tersebut adalah Gilang dan Solikin, namun untuk memastikannya kami masih menunggu keluarga korban yang menuju ke RSUD dr Iskak,” terangnya.

Sumaji melanjutkan, saat keluarga korban mengecek di RSUD dr Iskak ternyata benar jika mayat yang terdampar di Pantai Gemah tersebut adalah Gilang. Hal tersebut dapat diketahui dari ciri-ciri fisik seperti postur tubuh, celana yang dikenakan, potongan rambut, dan wajah yang masih bisa dikenali. Sedangkan mayat di Pantai Genjor juga dipastikan adalah Solikin yang dikenali dari celana dan baju yang masih menempel di badannya.

Sementara itu salah satu anggota Basarnas Andris Prasetyo yang saat itu masih standby di Pantai Kedungtumpang mengaku sempat kaget mendengar penemuan kedua mayat tersebut. Pasalnya, jarak antara Pantai Kedungtumpang dengan Pantai Gemah terbilang cukup jauh. Bahkan apabila ditempuh dengan jalur laut mencapai 35 kilometer sedangkan bila di tempuh jalur darat bisa mencapai 50 kilometer.

“Jadi urut-urutannya setelah pantai Kedungtumpang yakni Pantai Glogok, Pantai Sine, Pantai Brumbun, Pantai Coro, Pantai Popoh, Pantai Sidem, baru Pantai Gemah. Kemudian setelah Pantai Gemah, Pantai Bayem, Pantai Klatak, dan Pantai Genjor,” jelasnya.

Andris melanjutkan, sedangkan jarak dari Pantai Kedungtumpang hingga Pantai Genjor jika ditempuh jalur laut mencapai 70 kilometer. Sedangkan jika ditempuh jalur darat sekitar 100 kilometer.

“Cukup jauh mas, tadi kami menuju Pantai Genjor sekitar 2 jam lebih perjalanan,” terangnya.

Andris melanjutkan, saat ini pihaknya masih melakukan evakuasi terhadap korban. Menurutnya akses menuju Pantai Genjor cukup sulit karena hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua. Namun pihaknya optimis hari ini proses evakuasi akan selesai.

Terpisah, Saelan (58) kakek Gilang mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Karena hubungan keduanya sangat dekat. Bahkan sebelum pergi ke Pantai Kedungtumpang, Gilang sempat tidur dirumahnya.

“Saya masih ingat, Gilang meminta saya untuk membangunkan karena mau ke pantai, tetapi saya lupa karena terburu-buru ke sawah,” ucapnya.

Namun demikian Saelan bersyukur karena jasad keduanya telah ditemukan. Dirinya berharap agar Solikin dan Gilang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. (dju).

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply