Duka Di Rutan Mako Brimob

 Informasi, Tajuk

Puluhan petugas saat mengamankan lokasi

Duka Di Rutan Mako Brimob

Kerusuhan  di rumah tahanan (rutan) mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Selasa (8/5) malam sangat di sayangkan semua pihak. Selain mencoreng institusi Polri, peristiwa tersebut juga sempat membuat was-was seluruh warga Indonesia.

Bagaimana tidak, beredar informasi ratusan narapidana teroris (napiter) yang berjumlah ratusan menguasai senjata dan bahan peledak serta menyandera beberapa anggota Polri. Bahkan lima diantaranya harus gugur dengan penuh luka pada tubuhnya.

Kekawatiran pun terus berkembang tatkala ada narapidana yang mengapload kerusuhan melalui akun instagram milik salah satu petugas. Bagaiamana jika para napiter berhasil kabur keluar dari mako brimob ? Bagaimana jika napiter membabi buta menyerang warga ?

Alhasil pertanyaan-pertanyaan tersebut terus mencuat ke publik seiring upaya yang dilakukan pemerintah dalam hal ini adalah institusi Polri untuk mengkondisikan situasi.

Dukungan dan doa terus mengalir dari berbagai pelosok negeri. Kesibukan politik pun berhenti sejenak karena semua terfokus pada peristiwa ini.

Bahkan dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menegaskan negara dan rakyat tidak takut pada terorisme. Hal inilah yang menjadikan modal institusi polri untuk segera menyeterilkan lokasi.

Alhasil genap 36 jam situasi telah aman terkendali. Bahkan salah satu sandera yakni Bripka Irwan Sarjana juga kembali dalam keadaan sehat.

Peristiwa tersebut membuktikan bahwa rakyat Indonesia masih memiliki jiwa persatuan dan kesatuan yang tinggi. Negara juga sangat dewasa dan elegan dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Setidaknya ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa tersebut. Pertama, kejadian tersebut semakin meningkatkan kewaspadaan semua pihak baik di pusat maupun di daerah. Kedua, sebagai bahan evaluasi pemerintah untuk mengatasi permasalahan over kapasitas tahanan. Ketiga, melekatkan kembali rakyat Indonesia yang sempat terkotak-kotak karena disibukkan dengan agenda politik.

Semoga peristiwa Mei berdarah tersebut tidak akan terulang lagi di masa-masa mendatang. Semoga, Indonesia tetap jaya hingga akhir jaman. (Dju).

Author: 

Related Posts

Leave a Reply