Ngepul Togel, Nenek 65 Tahun Dibui

 Informasi, Pendidikan

Tersangka saat dibawa ke ruang penyidikan Polsek Ngunut

Ngepul Togel, Nenek 65 Tahun Dibui

Ingandaya — Rukon (65) warga Desa Kalangan Kecamatan Ngunut bakal merayakan hari Raya Idul Fitri di balik jeruji besi. Pasalnya, nenek yang telah memiliki dua warna pada rambutnya tersebut tertangkap tangan oleh anggota Polsek Ngunut saat melayani penombok judi togel pada Kamis (24/5) sore.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 1.075.000, sebuah bulpoin, delapan lembar kerta bertuliskan angka nomor judi togel, dan 3 lembar kertas karbon.

“Saat ini tersangka dititipkan di lembaga pemasyarakatan (lapas) klas IIb Tulungagung,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kanitreskrim Polsek Ngunut Iptu Hariyani.

Dijelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari pengaduan warga jika di daerah Desa Kalangan sedang marak judi togel. Berbekal informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan.

“Kami melakukan pemantauan sekitar 5 hari,” katanya.

Hasilnya, pada Kamis (24/5) sore lanjut Hariyani, pihaknya mendapati sekitar lima orang yang diduga sebagai penombok togel mendatangi rumah tersangka. Saat dicek, ternyata benar, mereka sedang bertransaksi.

“Saat petugas tiba kelima orang tersebut berhasil melarikan diri, sedangkan tersangka tetap berada di rumah,” ujarnya.

Hariyani melanjutkan, saat diinterograsi tersangka mengakui jika melayani pera penombok. Apalagi di lokasi juga ditemukan barang bukti.

“Saat itu juga tersangka kita amankan ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku baru dua bulan menjalankan bisnis haram tersebut. Menurutnya, omzet sekali tombokan sebesar Rp 1 juta. Dari omzet tersebut, tersangka mendapat bagian sebesar 90 persen.

“Jadi jika seseorang membeli togel sebesar Rp 100 ribu cukup membayar Rp 90 ribu. Kemudian yang disetorkan ke bos nya sebesar Rp 80 ribu, yang Rp 10 ribu adalah bagiannya,” imbuhnya.

Adapun cara bertransaksi biasanya para pelanggan langsung mendatangi rumahnya. Untuk uang setoran diambil oleh seseorang yang diketahuinya tinggal di Kecamatan Tulungagung.

Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka juga pernah terjerat kasus serupa di tahun 2011. Ketika itu tersangka divonis sekitar 6 bulan penjara.

Hariyani menambahkan, kini pihaknya tengah melakukan penyidikan kasus tersebut. Pihaknya juga berupaya untuk mengungkap orang dibelakang tersangka.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya. (dju).

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply