Mau Tukar Uang Baru, Silahkan Kesini

 Informasi

Pengendara sepeda motor saat menghampiri lapak jasa penukaran uang baru di Jalan Pangeran Antasari

Mau Tukar Uang Baru, Silahkan Kesini

Ingandaya — Bagi masyarakat Kota Marmer yang ingin menukar pecahan uang lama dengan pecahan uang baru bisa datang ke Jalan Pangeran Antasari. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di jalan satu arah tersebut telah banyak biro jasa penukaran uang baru.

“Saya mulai membuka lapak sejak sepekan terakhir,” ungkap Muyono (37) salah satu pelaku penjual di lokasi pada Selasa (22/5/2018).

Mulyono melanjutkan, usaha penukaran uang baru tersebut sudah dirintisnya sejak tujuh tahun silam. Namun bisnis tersebut hanya digeluti ketika bulan Ramadan saja.

“Kalau hari-hari biasa saya di Ngawi mas, disini ikut bos saya,” katanya.

Dijelaskan, jasa penukaran uang baru menjelang lebaran bisa dibilang menjanjikan. Menurutnya, setiap hari dirinya beserta istri masing-masing bisa menjual hingga 10 transaksi. Perhitungannya, setiap Rp 100 ribu uang baru dihargai Rp 110 ribu uang lama.

“Nominalnya bebas, bisa 2 ribuan, 5 ribuan, 10 ribuan dan seterusnya. Pokoknya uang Rp 100 ribu baru menjadi Rp 110 ribu lama,” jelasnya.

Adapun keuntungannya lanjut Mulyono, sebesar Rp 10 ribu tersebut tidak sepenuhnya masuk ke kantongnya. Melainkan hanya sekitar Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu saja. Selebihnya diserahkan ke bos nya.

“Jadi kita hanya bermodalkan tenaga mas,” terangnya.

Disinggung apakah uang-uang yang diedarkan tersebut ada kemungkinan yang palsu ? Mulyono menjawabnya dengan tegas tidak. Karena apabila pihaknya mengedarkan uang palsu, maka hal tersebut tidak sebanding dengan hukuman yang akan diterimanya.

“Wah tidak berani mas, tidak sebanding dengan hukumannya,” timpalnya.

Mulyono mengatakan, malah justru pihaknya setiap tahun sering menerima uang palsu dari masyarakat dengan pecahan beragam antara Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu. Menurutnya, setiap bertransaksi pihaknya pasti melakukan pengecekan seperti meraba, menerawang, dan melihat benang yang ada dalam uang. Bahkan juga dicek menggunakan lampu. Meski demikian tetap saja bisa kecolongan.

“Kita tahunya ketika uang tersebut disetorkan ke bank, tiba-tiba ditolak karena uangnya palsu,” ujarnya.

Mulyono menambahkan, pihaknya juga sering didatangi petugas dari kepolisian terkait pemantauan uang palsu. Tetapi pihaknya tidak merasa risih. Sebab uang yang diedarkan memang asli.

“Petugas dari kepolisian sering kesini untuk pemantauan, namun untuk Ramadan kali ini belum kesini,” tukasnya. (dju).

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply