Jangan Panik, Harga Sembako dan Sayuran Stabil

 Informasi

Koordinator pelaksana sidak Lipursari saat dikonfirmasi awak media

Jangan Panik, Harga Sembako dan Sayuran Stabil

* Ayam potong dan tepung terigu melambung

Ingandaya — Memasuki bulan ramadan warga Kota Marmer tidak perlu gelisah. Pasalnya, harga sembilan bahan pokok (sembako) dan sayuran masih stabil. Hal tersebut berdasarkan dari hasil operasi pasar yang dilakukan oleh tim gabungan dari 13 instansi di Pasar Ngemplak pada Kamis (17/5/2018) siang.

Namun demikian ada dua komoditi yang harganya melonjak, yaitu Ayam potong dari harga normal Rp 30.000/kilogram (kg) saat ini menyentuh Rp 35.000/kg. Sedangkan harga tepung terigu dari harga Rp. 8.000/kg saat ini menjadi Rp. 11.000/kg.

Sedangkan beberapa harga sembako dan sayuran yang masih stabil yakni beras bramo Rp. 12.000/kg, gula pasir Rp. 11.300 s/d Rp. 12.000/kg. Gula merah Rp. 13.000/kg, minyak goreng merk Dorang Rp. 14.000/kg.

Wortel Rp. 8.000/kg, cabai merah besar Rp. 32.000/kg, cabai rawit Rp. 18.000/kg, tomat Rp. 5.000/kg, kelapa Rp. 3.500/biji, kubis Rp. 7.000, bawang putih Rp. 16.000 s/d Rp. 17.000/kg, bawang merah Rp. 23.000/kg, dan kentang Rp. 12.000/kg.

“Secara keseluruhan stok dan harga sembako/sayuran di pasaran masih aman,” tegas koordinator tim pemantauan harga sembako dan sayuran dari Bagian Ekonomi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lipursari.

Dijelaskan, operasi pasar tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga sembilan bahan pokok (Sembako) serta sayuran. Karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan multi sektor maka melibatkan berbagai instansi.

“Kami tidak sendiri, melainkan bersama dari Polri, Kodim 0807, Bapenda, Bakesbangpol, Bagian Hukum, Dinas Koperasi dan UMKM, Satpol PP, Dinas Pertanian, Bulog, Dinas Perikanan, Dinkes, Disperindag, dan Bagian Ekonomi,” katanya.

Lipursari melanjutkan, harga dan stok sembako serta sayuran di Pasar Ngemplak hingga kini masih stabil dan aman. Namun demikian harga daging ayam potong dan tepung terigu melambung tinggi.

“Kami akan koordinasi untuk mengetahui penyebab melambungnya harga dua komoditi tersebut,” terangnya.

Kemungkinan, naiknya harga tersebut bisa karena tingginya permintaan masyarakat. Sebab, tepung terigu merupakan bahan dasar dari roti dan kerupuk yang saat ini sdah mulai di produksi oleh UMKM maupun industry rumahan. Sedangkan daging ayam potong adalah lauk pauk favorit masyarakat.

“Kalau lauk pauk yang lain seperti tempe, tahu, ikan teri, telur ayam dan daging sapi masih normal, bisa dijadikan alternatif,” jelasnya.

Masih menurut Lipursari, operasi ini akan terus dilakukan hingga hari raya Idul Fitri. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya penimbunan barang oleh para tengkulak. Selain itu, pemantauan tersebut untuk menjaga inflasi di Tulungagung.

“Inflasi di Tulungagung saat ini sebesar 0,14 persen. Masih lebih rendah dari inflasi nasional dan provinsi,” terangnya.

Hal ini cukup bagus karena di Tulungagung tidak ada lonjakan harga yang signifikan. Menurutnya banyak faktor yang menyebabkan inflasi naik, seperti musim, suplai sedikit, stok sedikit dan sebagainya.

“Alhamdulilah hingga kini daya beli masyarakat masih tinggi,” tukasnya. (dju).

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply