Ada-Ada Saja

 Informasi

Petugas Lapas klas IIb saat menunjukkan barang bawaan pengunjung

Ada-Ada Saja

* Pembesuk bawa barang-barang ini ke lapas 

Ingandaya, Ketika seseorang menjenguk orang yang sedang sakit, pastilah orang tersebut membawakan makanan atau setidaknya memberikan doa dan dukungan agar orang yang dibesuknya segera sembuh. Jika menjenguk orang yang mendapatkan musibah, tentunya seseorang memberikan dukungan baik materiil maupun moril.

Nah, bagaimanakah jika seseorang menjenguk saudara atau temannya yang berada di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) ? Tentunya hal tersebut tidak berbeda jauh dengan dua hal di atas. Hal ini dimaksudkan agar para narapidana diberikan keterbukaan hati agar bisa menjalani kehidupan selanjutnya dengan lebih baik, tidak minder, dan tetap memiliki kepercayaan diri.

Namun, temuan dari pihak lapas klas IIB di Tulungagung bisa dibilang cukup mencengangkan. Ketika petugas sipir memeriksa barang bawaan pembesuk malah menemukan barang-barang yang tidak seharusnya pada tempatnya.

Barang tersebut seperti, pil dobel L yang sengaja dibuat serbuk. Untuk mengelabuhi petugas, serbuk tersebut di masukkan ke kemasan kopi sachet. Tak hanya itu, alat pembuat tato pun juga pernah diselundupkan.

“Kami juga pernah menemukan 7 ribu butir pil dobel L yang disembunyikan oknum pembesuk dalam hak tinggi sandalnya,” kata Kalapas IIb Tulungagung Erry Taruna melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakata (KPLP) Manap pada Selasa (15/5/2018).

Manap mengatakan, modus yang diterapkan oleh pelaku tindak kejahatan ini pun berbeda dan selalu berubah. Pihaknya juga pernah menemukan upaya penyelundupan pil dobel L yang telah dicampur dalam satu botol kopi hangat yang dimasukkan kedalam wadah air mineral seukuran 1 liter.

Ada lagi, pembesuk yang membawa kopi yang sudah disedu dalam botol 1 liter. Setelah diminum, napi tersebut menunjukkan perilaku yang aneh. Matanya merah dan teriak-teriak. Akhirnya pada kunjungan berikutnya pihaknya curiga. Setelah dicek ternyata pil dobel L dihancurkan dan dimasukkan dalam kopi itu.

Temuan paling baru adalah alat tato yang diselundupkan oleh oknum pembesuk untuk warga binaan. Pihaknya mengakui alat tato tidak melanggar pidana. Namun dalam kode etik yang diterapkan di dalam lapas, warga binaan dilarang menambah tato di dalam tubuhnya.

“ini sekitar sebulan lalu, barang disembunyikan di celana dalam pembesuk, ya kita sita,” tegasnya.

Upaya penyelundupan tersebut tidak hanya dilakukan oleh pembesuk saja. Pernah juga modus yang dilakukan yakni dengan melemparkan pil dobel L dari luar lapas melalui pagar. Hingga kini sudah 3 kali hal tersebut dilakukan dan semuanya berhasil digagalkan petugas sehingga tidak sampai ke tangan warga binaan yang dituju.

Manap menambahkan, bagi pelaku yang ketahuan melakukan tindakan melawan hukum akan di proses secara hukum. Bahkan sebagian kasusnya telah disidangkan.

“Kami juga sudah sering diminta sebagai saksi,” pungkasnya. (dju).

Author: 

Related Posts

Leave a Reply