Mantab, Makanan Gratis Bagi Kaum Dhuafa

 Informasi

Salah seorang warga sedang memasukkan nasi bungkus ke dalam etalase

 

Ingandaya–Hadirnya etalase makanan gratis yang berada di Jalan Panglima Sudirman masuk Kelurahan Kenayan Kecamatan Tulungagung atau tepatnya di sebelah selatan simpang empat lampu merah RSU lama sepeti menjadikan berkah bagi Kaum Dhuafa di Kota Marmer.

Bagaimana tidak, di dalam etalase yang baru dibuka dua hari tersebut warga bisa mengambil makanan dan minuman secara gratis saat sarapan pagi, makan siang, dan makan malam. Tak hanya itu, mereka masih diperbolehkan untuk mengambil di hari-hari selanjutnya.

Etalase yang terbuat dari kombinasi aluminium, triplek dan kaca tersebut memiliki panjang 75 centimeter dan lebar sekitar 50 centimeter. Lapak dengan tinggi sekitar 1,75 meter tersebut terbagi menjadi tiga sap yang diperkirakan cukup untuk menampung 100 bungkus makanan dan air mineral.

Berbeda dengan etalase pada umumnya, etalase ini memiliki pintu dibagian depan sehingga desainnya menyerupai almari. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah seseorang untuk mengambil dan meletakkan makanan ke dalam etalase.

Pada bagian depan bawah etalase, tertera tulisan “Tempat nasi gratis, silahkan ambil bagi kaum dhuafa-silahkan mengisi bagi yang mampu”. Sedangkan pada bagian atas sebelah kiri dan belakang juga tertempel stiker bertuliskan “Ambilah secukupnya, sisakan buat yang lain-berdoalah sebelum makan”.

Berdasarkan pantauan pewarta di lokasi sekitar 30 menit, banyak warga yang antusias untuk mengambil dan memasukkan nasi bungkus ke dalam etalase tersebut, seperti halnya abang becak, penjual sayur, mualaf, atau warga yang sedang melintas. Karena hal ini termasuk baru, mereka juga terlihat canggung saat membuka pintu etalase.

Praktis, hal ini cukup menarik perhatian pengguna jalan baik yang berhenti di lampu merah atau yang sedang melintas untuk menoleh ke arah timur. Mereka juga terlihat seperti sedang mengeja tulisan yang tertera pada etalase tersebut yang akhirnya mereka tersenyum.

Rohmad salah satu abang becak yang biasa mangkal di simpang empat RS Iskak mengatakan, dirinya mengetahui tersedianya makanan gratis tersebut dari teman-teman seprofesinya. Setelah dicek ternyata informasi tersebut benar.

“Awalnya saya ragu, karena ada tulisannya maka saya beranikan diri untuk mengambilnya,” katanya.

Rohmad melanjutkan, adanya makanan gratis tersebut cukup membuatnya senang. Sebab, perutnya yang kosong disaat pagi hari sudah bisa terisi. Menurutnya hal ini bisa dijadikan semangat saat mengayuh becaknya.

“Saya ucapkan terima kasih banyak bagi yang sudah menyumbangkan nasi bungkus,” tukasnya.

Senada dengan itu Agus warga Desa/Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek mengaku baru mengetahui program ini saat melintas di depan etalase. Karena desakan abang becak akhirnya ia beserta istrinya juga mengambil nasi bungkus dan air mineral.

“Saya baru menjenguk saudara di RSUD dr Iskak, terus ini mau pulang ke Trenggalek naik bus. Alhamdulilah dapat nasi bungkus,” ucapnya girang.

Agus menambahkan, bentuk sedekah model seperti ini menurutnya sangat layak di sosialisasikan. Selain sangat membantu warga, hal ini juga bisa mengetuk warga lain untuk membantu mengisi etalase tersebut.

“Targetnya langsung mengena sasaran, selain itu orang yang hendak bersedekah juga lebih mudah,” pungkasnya.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi tampak dua orang pemuda yang sedang duduk-duduk santai. Ketika pewarta mendekat untuk meminta informasi terkait etalase tersebut keduanya langsung tersenyum.

“Iya mas, itu ide dari teman-teman,” ucap salah satu pemuda yang enggan disebutkan identitasnya.

Pria dengan rambut tertata rapi tersebut melanjutkan, ide tersebut muncul secara spontanitas dan ternyata langsung diamini oleh teman-temannya. Namun semua telah sepakat kegiatan ini dilakukan atas dasar ibadah dan membantu orang lain.

“Kita tidak ada komunitas atau nama mas,” terangnya.

Ia menambahkan, meski baru dua hari berjalan namun respon masyarakat cukup baik. Setidaknya saat ini sudah ada enam dermawan yang menyumbangkan enam etalase lagi. Rencananya etalase tersebut bakal ditempatkan di wilayah Tulungagung juga.

“Alhamdulilah banyak donatur, kami hanya memfasilitasi saja. Semoga bisa istiqomah,” pungkasnya. (dju).

 

 

 

 

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply